jateng., SEMARANG – AKBP Basuki (56) diduga memiliki hubungan cinta dengan Dwinanda Linchia Levi (35), dosen Hukum Pidana di Untag Semarang, yang ditemukantewasdi sebuah kamar penginapan di Semarang.
Kabid Humas Polda Jawa TengahKombes Artanto menyebutkan bahwa AKBP Basuki, yang sudah memiliki istri dan keluarga, diduga telah menjalin hubungan ilegal dengan korban sejak tahun 2020.
“Sudah (berkeluarga, red). Jika inisial D masih perjaka,” kata Artanto kepada wartawan, Kamis (20/10).
Menurut Kombes Artanto, hubungan percintaan mereka berakhir dengan tinggal bersama di sebuah kamar kos hotel (kostel) yang menjadi tempat ditemukannya jasad korban.
“Jelas mereka memiliki komunikasi yang intens. Dan hubungan romantis tersebut memang nyata, sesuai pengakuan pihak terkait sejak 2020,” katanya.
Kombes Artanto mengatakan bahwa tindakan AKBP Basuki melanggar kode etik profesi Polri karena tinggal bersama wanita tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah.
“Yang bersangkutan telah melakukan pelanggaran dengan tinggal bersama seorang wanita berinisial D tanpa adanya ikatan pernikahan yang sah. Hal ini merupakan pelanggaran serius karena berkaitan dengan kesopanan dan sikap masyarakat,” katanya.
Pihak terkait masih belum mampu mengungkap penyebab kematian korban serta hasil pemeriksaan otopsi. Hal ini dikarenakan penyelidikan masih berlangsung dan belum dilakukan gelar perkara.
“Kelak akan dijelaskan setelah proses penyidikan selesai. Jika saat ini disampaikan, nanti akan bersifat parsial dan penyidik belum menyelesaikan tugasnya,” katanya.
Setelah pemeriksaan yang ketat oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam),AKBP Basukiakhirnya menerima hukuman penempatan khusus (patsus). Ia menghabiskan waktu di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jawa Tengah selama 20 hari, mulai tanggal 19 November hingga 8 Desember 2025.
Sebelumnya, Dwinanda Linchia Levi ditemukan meninggal tanpa pakaian di lantai kamar sebuah hotel yang terletak di Jalan Telaga Bodas Raya No. 11, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, pada hari Senin (17/11) sekitar pukul 05.30.
AKBP Basuki adalah orang pertama yang menemukan korban dalam keadaan meninggal dan melaporkannya ke Polsek Gajahmungkur. (ink/jpnn)









