Nasib 15 WNI di Perbatasan Thailand-Kamboja, Ini Pernyataan Kemlu

Nasional136 Views

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA— Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memastikan bahwa seluruh warga negara Indonesia yang berada di wilayah perbatasan Thailand–Kamboja dalam kondisi aman.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rolliansyah Soemirat menyampaikan dengan tegas bahwa hingga saat ini belum ada WNI yang mengalami dampak langsung dari konflik bersenjata yang telah berlangsung sejak 24 Juli 2025.

Pernyataan tersebut merujuk pada data yang diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bangkok, yang mencatat sebanyak 15 Warga Negara Indonesia (WNI) tinggal di kawasan perbatasan Thailand.

Khususnya di kawasan distrik Trat, Sa Kaeo, Ubon Ratchathani, dan Ratchathani masih dalam pengawasan pemerintah yang intensif serta belum terjadi ancaman fisik maupun tindakan evakuasi darurat.

Data resmi dari KBRI Bangkok menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia terus mengajak WNI yang tinggal lebih dari enam bulan di Thailand untuk segera mendaftarkan diri melalui portal Peduli WNI.

Ajakan tersebut bertujuan agar kehadiran mereka tetap dapat diawasi dan memperoleh perlindungan terbaik dari pemerintah dalam situasi krisis, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Kamboja.

Sementara itu, pertikaian bersenjata antara Thailand dan Kamboja sedang memasuki tahap yang sangat berbahaya.

Terdapat ketegangan yang mendalam sejak kejadian ranjau darat pada 23 Juli di wilayah Nam Yuen, Ubon Ratchathani, yang mengakibatkan beberapa prajurit Thailand terluka parah dan satu orang kehilangan kakinya.

Keesokan harinya, pertukaran serangan senjata berat seperti artileri, roket BM-21, dan serangan udara dengan pesawat F-16 terjadi secara intensif, mengakibatkan korban jiwa di kalangan sipil dan militer dari kedua belah pihak, serta memicu evakuasi besar-besaran warga sekitar.

Thailand akan segera menerapkan keadaan darurat militer di delapan distrik di Provinsi Chanthaburi serta satu distrik di Trat, yaitu wilayah sekitar perbatasan.

Pemerintah setempat mengambil tindakan penutupan total perbatasan di enam provinsi sejak pertengahan Juni, menyusul meningkatnya ketegangan yang terus berlangsung.

Pembatasan akses diterapkan terhadap lalu lintas kendaraan dan pengguna jalan kaki, kecuali untuk situasi darurat seperti kebutuhan pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Sampai laporan terbaru, jumlah korban sipil di Thailand mencapai puluhan orang, termasuk yang meninggal, luka-luka, serta kerusakan pada infrastruktur umum.

Ratusan ribu penduduk sipil terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka menuju area yang lebih aman.

Di sisi lain, Kamboja juga melaporkan adanya korban jiwa dan pengungsian yang besar dari wilayah perbatasannya, termasuk di Provinsi Oddar Meanchey. PBB, ASEAN, serta beberapa negara besar menginginkan gencatan senjata dan dialog damai segera dilakukan guna mencegah konflik berkembang menjadi perang regional.

Dari sudut pandang Indonesia, keadaan 15 WNI yang berada di wilayah perbatasan dalam kondisi aman menunjukkan keberhasilan koordinasi diplomatik dan sistem perlindungan warga negara di luar negeri.

Meski demikian, pemerintah menekankan perlunya profesionalisme dalam pelaporan diri serta kewaspadaan dalam menerima tawaran pekerjaan atau tinggal di daerah yang sedang mengalami konflik.

Bertambahnya tekanan militer di kedua negara, tindakan pencegahan aktif dari sektor diplomatik dan perlindungan menjadi sangat penting untuk menjaga keselamatan WNI di kawasan yang hampir memasuki tahap perang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *