Penertiban PETI di Kuansing Ricuh, Kapolres Dilempari Batu

Berita54 Views

– Pengamanan penambangan emas ilegal (PETI) di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau berakhir dengan keributan, Selasa (7/10/2025).

Bahkan mobil Kepala Kepolisian Resor dilempar oleh para pekerja PETI.

Peristiwa ini dimulai ketika dilakukan penertiban PETI di Sungai Kuantan, Desa Pulau Bayur, Kecamatan Cerenti, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.

Tim gabungan menghancurkan perahu-perahu milik pelaku PETI sekitar pukul 13.30 WIB.

Orang-orang yang menentang pembersihan marah. Mereka melemparkan batu ke arah tim bersama.

Beberapa kendaraan dinas mengalami kerusakan, termasuk mobil dinas Kapolres, mobil Samapta, mobil Satlantas, truk Polairud, dan mobil Satpol PP.

Meskipun menghadapi serangan, operasi pembersihan ini berhasil menghancurkan 43 unit rakit PETI dengan cara dibakar.

Mobil Kapolres Dirusak

Salah satu kendaraan yang menjadi sasaran amuk adalah mobil yang dinaiki Kapolres Kuansing AKBP R. Ricky Pratidiningrat.

Sementara pelaku lainnya merusak kaca satu unit bus Polres Kuansing yang menjadi tempat perlindungan bagi beberapa anggota polwan.

“Petugas polwan dan anggota kepolisian lainnya berlindung saat massa menyerang bus tersebut,” kata sumber tersebut.

Mobil minibus Kabag Ops Kompol Teguh Wiyono, kendaraan Sat Lantas, truk Polair, serta personel Satpol PP juga menjadi sasaran amukan pelaku PETI.

Di sisi lain, beberapa pelaku PETI menghalangi jalan menggunakan kayu dan benda-benda lainnya serta membakarnya.

Kepala Polisi Resor Kuansing, Raden Ricky Pratidiningrat mengungkapkan, penertiban dilakukan guna menghentikan kegiatan PETI yang merusak lingkungan sepanjang Sungai Kuantan, khususnya di Desa Pulau Bayur.

“Sebelum kejadian, kendaraan kami memarkirkan di Pasar Cerenti. Selanjutnya, kami melakukan pembersihan serta penghancuran puluhan rakit PETI,” kata Ricky dalam pernyataan tertulis.

Ricky menuturkan, meskipun pihaknya telah beberapa kali memberikan peringatan dan melakukan penegakan hukum, kegiatan PETI masih marak terjadi di wilayah tersebut.

“Banyak warga yang justru mendukung kegiatan pembersihan ini, karena dampaknya sudah sangat merusak lingkungan,” katanya.

Namun, ketika puluhan rakit PETI dihancurkan, sejumlah warga melakukan perlawanan, yang diduga dipicu oleh pelaku PETI.

“Para pemilik PETI ini berusaha memicu warga untuk menentang petugas. Akibatnya, terjadi tindakan anarkis yang merusak kendaraan milik petugas dan pemerintah,” ujar Ricky.

Beruntung, tidak ada petugas yang mengalami cedera atau kehilangan nyawa dalam kejadian tersebut. (*)

 

Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Kronologi Kericuhan Penertiban PETI di Kuansing, Massa Kasar Melemparkan Batu ke Petugas,

Lihat berita terkini di Google News

Lihat informasi tambahan melalui media sosial Facebook, Instagram, Thread, dan X Tribun Jambi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *