Korban Hilang Ponpes Al Khoziny, Keluarga Gunakan Tes DNA untuk Identifikasi

Kriminal71 Views

jatim.Sidoarjo – Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur mulai mengumpulkan sampel DNA dari keluarga korban yang belum ditemukan di reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Kepala Bidang Kesehatan Polda Jatim Kombes M Khusnan menyatakan pengambilan sampel DNA dilakukan sejak Kamis (2/10) pagi di Posko Ante Mortem Polda Jatim.

“Hari ini, 2 Oktober 2025, kami mulai mengumpulkan sampel DNA dari anggota keluarga dekat yang melaporkan diri ke posko Ante Mortem Polda Jatim,” kata Khusnan.

Untuk memudahkan komunikasi, Biddokkes Polda Jatim juga menyediakan grup WhatsApp khusus bagi keluarga korban. Dengan menggunakan grup ini, semua informasi mengenai proses identifikasi dapat disampaikan secara cepat dan terbuka.

Khusnan menjelaskan pengambilan sampel DNA dilakukan dengan menggunakan swab mukosa mulut untuk mengambil lapisan selaput lendir di bagian dalam pipi. Data tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan sampel dari jenazah yang sulit dikenali selama proses evakuasi.

Selanjutnya, pengambilan sampel DNA korban kami lakukan dari anggota keluarga dekat, seperti orang tua atau saudara kandung.

“Menggunakan DNA dari anggota keluarga dekat, tim DVI mampu menyusun profil DNA perbandingan yang dapat dipasangkan dengan sampel dari jenazah yang sulit diidentifikasi,” katanya.

Sebelumnya, gedung tiga lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny roboh pada Senin (29/9) sore. Hingga hari keempat pencarian, puluhan santri telah dievakuasi, beberapa mengalami cedera, sementara sejumlah korban masih dilaporkan hilang.(mcr12/jpnn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *