Istri dan Keluarga Tersangka Penyelundupan 15 Ton Timah di Belitung Minta Pelaku Ditangkap

Kriminal60 Views

, BELITUNG —Beberapa istri dan kerabat tersangka kasus penyelundupan 15 ton pasir timah mengunjungi Kantor Bupati Belitung, Rabu (2/10/2025). Kedatangan mereka bertujuan menyampaikan keluhan agar aparat kepolisian juga menangkap seseorang dengan inisial HR yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Namun, karena kedatangan rombongan yang tiba-tiba, pertemuan dengan Bupati Belitung tidak bisa dilaksanakan.

“Kami datang ke Kantor Bupati untuk meminta polisi menangkap seseorang bernama HR. Ia yang meminta bantuan mengangkat barang (pasir timah),” kata Budi Handayani atau Dian, perwakilan rombongan, kepada posbelitung.co.

Dian mengatakan, para suaminya yang kini menjadi tersangka pernah dijanjikan sejumlah uang oleh HR untuk membantu mengangkut timah sebanyak 15 ton. Karena tidak memiliki pekerjaan tetap, tawaran itu diterima meski mereka tidak mengetahui bahwa timah tersebut ilegal.

“Tetapi hingga kini, mereka tidak pernah menerima sepeser pun. Tiba-tiba HR ini tidak tahu di mana,” katanya.

Ia menambahkan permintaan pengangkutan timah tersebut memang tidak secara langsung berasal dari HR.

Namun melalui perantara AJ yang saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami HR ini memang tidak saling mengenal, tapi AJ yang tahu untuk mencari para pekerja sebelumnya,” katanya.

Oleh karena itu, Dian berharap HR bertanggung jawab dan ikut ditangkap oleh pihak kepolisian.

Karena, 15 suami mereka telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh polisi.

“Mohonlah Pak Bupati, suami kami ingin ditahan di cerucuk,” katanya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Satreskrim, Satpolairud Polres Belitung dan BKO Satpolairud Polda Kepulauan Babel berhasil menangkap tindakan penyelundupan sebanyak 15 ton pasir timah pada hari Selasa (30/9/2025).

Mereka ditangkap di perairan laut Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung.(posbelitung.co/dede s)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *