– Harga emas Antam tercatat mencapai rekor dengan menembus level Rp 2.198.000 per gram pada perdagangan awal pekan, Senin (29/9). Harga emas Antam ini tercatat naik sebesar Rp 7.000 dari sebelumnya dijual seharga Rp 2.191.000 per gram.
Harga yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback mencapai Rp 2.045.000 per gram. Angka tersebut lebih tinggi atau naik sebesar Rp 7.000 dibandingkan dengan buyback sebelumnya yang dikenakan Rp 2.038.000 per gram.
Dengan demikian, jika masyarakat ingin menjual emas koleksinya akan dikenakan harga senilai Rp 2.045.000 per gram. Bagi pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak November tahun 2022, maka harga jual yang diperoleh sangat menguntungkan alias cuan. Pasalnya, harga emas pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram.
Jika memiliki 5 gram dengan harga beli mencapai Rp 4.680.000, jika dijual saat ini maka laku sebesar Rp 10.225.000 (belum termasuk pajak). Dengan demikian, keuntungan yang diperoleh secara total dari penjualan 5 gram emas Antam tahun 2022 tersebut sebesar Rp 5.545.000.
Di sisi lain, harga emas dunia ditutup menguat dalam perdagangan Jumat (27/9) pada level USD 3.761,15 per troy ounce. Untuk perdagangan besok Senin (29/9), harga emas diperkirakan bergerak di kisaran support USD 3.720,12 atau setara Rp 62.135.144 (asumsi kurs Rp 16.703 per dolar AS) hingga resistance USD 3.787,65 atau setara Rp 63.254.244 per troy ounce.
Ahli Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi menjelaskan pergerakan harga emas global masih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satunya adalah laporan Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mengenai Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Agustus yang menunjukkan inflasi sesuai ekspektasi.
“PCE adalah ukuran inflasi favorit Federal Reserve. Data juga mencatat pendapatan pribadi dan pengeluaran konsumen tumbuh di atas ekspektasi,” kata Ibrahim dalam pernyataannya, Minggu (28/9).
Menurutnya, pejabat Fed sekarang berada dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan inflasi dan lapangan kerja. Sebagian, seperti Stephen Miran dan Michelle Bowman, bersikap dovish dengan mendukung pemotongan suku bunga lebih lanjut.
Namun, Jeffrey Schmid dari Fed Kansas City dan Austan Goolsbee dari Fed Chicago lebih bersikap hawkish dengan menyoroti risiko inflasi yang bisa terus meningkat. Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik dan perang dagang juga memberi tekanan pada pasar.
Salah satu faktornya dipengaruhi oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang secara resmi menerapkan tarif impor baru mulai 1 Oktober 2025 untuk sejumlah produk, termasuk farmasi, truk besar, hingga furnitur. Sementara di Eropa, serangan drone Ukraina terhadap infrastruktur energi Rusia memicu pembatasan ekspor solar hingga akhir tahun, yang semakin memperburuk ketegangan.
“Selama seminggu, harga emas dunia akan bergerak dalam kisaran support USD 3.711,33 hingga resistance USD 3.814,40,” jelas Ibrahim.
Sementara itu, berikut rincian Harga Emas Antam Hari Ini, Senin (29/9) dari 1 Gram hingga 1.000 Gram di BELM – Setiabudi One, Jakarta Selatan:
Harga emas 0,5 gram: Rp 1.149.000
Harga emas 1 gram: Rp 2.198.000
Harga emas 2 gram: Rp 4.336.000
Harga emas 3 gram: Rp 6.479.000
Harga emas 5 gram: Rp 10.760.000
Harga emas 10 gram: Rp 21.475.000
Harga emas 25 gram: Rp 53.562.000
Harga emas 50 gram: Rp 107.045.000
Harga emas 100 gram: Rp 214.012.000
Harga emas 250 gram: Rp 534.765.000
Harga emas 500 gram: Rp 1.069.320.000
Harga emas 1.000 gram: Rp 2.138.600.000









