BERITA GARUT– Pemerintah melalui empat Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan PT Pos Indonesia kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk tahap 3 tahun 2025.
Penyaluran tersebut mencakup periode Juli hingga September 2025, dan telah berlangsung secara bertahap sejak akhir Agustus.
Hari ini, Rabu, 10 September 2025, menjadi momen penting karena pencairan BPNT dan PKH berlangsung secara masif di berbagai daerah.
Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), banyak saldo mulai masuk ke rekening masing-masing.
Penyaluran Tahap 3 Dimulai dari Akhir Agustus, Mencapai Puncak di Awal September
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari kanal YouTube INFO BANSOS, pendistribusian bantuan ini telah dimulai sejak 30 Agustus 2025, khususnya melalui Bank Syariah Indonesia (BSI) di wilayah Aceh.
Bank lainnya seperti BRI, BNI, dan Mandiri mulai menyalurkan pada awal September, dan puncaknya terjadi pada hari ini dengan perluasan wilayah penyaluran.
PT Pos Indonesia juga akan memainkan peran dalam pendistribusian setelah pendistribusian melalui bank mencapai di atas 70 persen.
Wilayah yang Telah Menerima Penyaluran Bantuan
Bank Mandiri menjadi salah satu bank yang aktif melakukan penyaluran hari ini.
Berikut beberapa wilayah dari 116 yang dilaporkan telah menerima penyaluran bantuan tahap 3 melalui Bank Mandiri dan bank lainnya.
Antara lain Kabupaten Bogor, Garut, Brebes, Banyumas, Jember, Cilacap, Sumenep, Kebumen, Ciamis, Gunung Kidul, Lampung Timur, Bone, OKI, Pesawaran, Simalungun, Musi Rawas, Rokan Hilir, Landak, Pesisir Selatan, Luwu, Batubara, Pangkajene, Pasaman Barat, Meranti, Takalar, Konawe Selatan, Bengkulu Utara, Pinrang, Bulukumba, Toraja Utara, Tapanuli Utara, Siak, Toba, Kolaka, Sidenreng Rappang, Nunukan, Penajam Paser Utara, Morowali, Barito Selatan, Natuna, dan banyak lainnya.
Progres Penyaluran Nasional per 10 September 2025
Berikut estimasi progres penyaluran berdasarkan data resmi dan media nasional:
– Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah melalui BRI, BNI, Mandiri sudah 65 persen
– Aceh melalui BSI sudah 70 persen
– Jabodetabek melalui BNI, Mandiri sekitar 60 persen
– Sumatera (Bengkulu, Sumut) melalui BSI, BRI sekitar 50 persen sudah
– Kalimantan melalui Mandiri, BNI sudah 40-50 persen
– Sulawesi melalui BRI 30-40 persen
– Rata-rata nasional semua bank termasuk PT Pos sudah sekitar 65-70 persen.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Saldo Belum Masuk?
Bagi KPM yang belum menerima bantuan hingga 10 September, tidak perlu khawatir. Berikut penjelasan dan langkah yang dapat diambil:
1. Penyaluran Bertahap
Pencairan dilakukan secara bertahap hingga minggu ke-3 September.
Jika belum cair hingga akhir bulan, kemungkinan bantuan akan dialihkan ke tahap 4 (Oktober–Desember).
2. Penyebab Umum Tidak Cair
– Data belum diverifikasi: Sinkronisasi Dukcapil atau survei lapangan belum selesai.
– Masuk kategori “exclude”: Data KPM dinyatakan tidak lagi layak (pendapatan meningkat, pindah domisili, dll).
– Masalah teknis rekening: KKS rusak atau rekening tidak aktif.
Sebagai solusi, periksa status bansos melalui aplikasi atau situs webcekbansos.kemensos.go.id.
Hubungi pendamping PKH di desa atau kecamatan jika belum ada pencairan.
Aktifkan rekening atau ganti KKS di bank penyalur jika terjadi kendala teknis. ***









