Gempa M2,9 Guncang Bandung, Pusat di Darat Menurut BMKG

Forum Kota0 Views

Baru saja gempa terbaru mengguncang Bandung, Jawa Barat, pada hari Rabu (19/11/2025) siang, dengan titik episentrum berada di daratan.

BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi yang terjadi di Bandung pada pukul 10.10 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,9.

Pusat gempa Bandung terletak di daratan, 21 km Tenggara Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Sedangkan pusat gempa berada di kedalaman 5 km, termasuk dalam kategori gempa dangkal.

Gempa bumi terasa di Kertasari dan Banjaran dengan skala II-III MMI.

“Info Gempa Mag:2.9, 19-Nov-25 10:10:41 WIB, Lok:7.19 LS – 107.63 BT (21 km Tenggara KAB-BANDUNG-JABAR), Kedlmn: 5 Km, terasa di Kertasari dan Banjaran II-III MMI ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (19/11/2025) dini hari.

Sebelumnya, gempa terbaru di Jawa Barat mengguncang Pangandaran pada hari Rabu (19/11/2025) dini hari dengan titik episentrum di laut.

BMKG Wilayah II melaporkan gempa bumi yang terjadi di Pangandaran pada pukul 01.08 WIB dengan kekuatan sebesar Magnitudo 2,1.

Episentrum gempa Pangandaran berada di perairan, 80 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Namun, jika dilihat pada peta yang ditampilkan oleh BMKG, pusat gempa tersebut terlihat berada dekat di sebelah selatan Tasikmalaya.

Sementara itu, titik pusat gempa terletak pada kedalaman 18 km.

“Info Gempa Mag:2.1, 19-Nov-25 01:08:28 WIB, Lok:8.20 LS – 107.97 BT (80 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 18 Km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Rabu (19/11/2025) dini hari.

Sebelumnya, BMKG juga melaporkan gempa bumi yang mengguncang Pangandaran pada pukul 00.44 WIB dengan kekuatan Magnitudo 2,1.

Episentrum gempa Pangandaran terletak di laut, 80 km Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Namun, jika dilihat pada peta yang ditampilkan oleh BMKG, pusat gempa tersebut terlihat berada di sekitar selatan Tasikmalaya.

Sementara itu, pusat gempa berada di kedalaman 5 km, termasuk dalam kategori gempa dangkal.

“Info Gempa Mag:2.1, 18-Nov-25 00:44:08 WIB, Lok:8.07 LS – 107.86 BT (80 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR), Kedlmn: 5 Km ::BMKG,” tulis BMKG Wilayah II di akun X @bmkgwilayah2, Selasa (18/11/2025) dini hari.

Skala Gempa

Berdasarkan skala MMI yang diambil dari situs BMKG, berikut informasi MMI yang bisa dipelajari.

I MMI

Gempa bumi tidak terasa kecuali dalam kondisi yang sangat luar biasa oleh sejumlah orang.

II MMI

Gempa bumi terasa oleh sejumlah orang, benda-benda kecil yang digantung seperti lampu gantung berayun.

III MMI

Gempa bumi terasa jelas di dalam rumah.

Gempaan terasa seperti sedang berada di dalam truk yang sedang melaju.

IV MMI

Pada siang hari, terasa oleh banyak orang di dalam rumah, sedangkan beberapa orang di luar rumah merasakan hal yang sama, keramik retak, jendela/ pintu bergerak hingga berbunyi, dan dinding mengeluarkan suara.

V MMI

Gempa bumi menyebabkan getaran yang bisa dirasakan oleh sebagian besar orang, membuat orang berlarian, peralatan rumah tangga retak, barang-barang terlempar, tiang dan benda besar tampak goyah, serta lonceng bisa berhenti berayun.

VI MMI

Gempa bumi terasa oleh seluruh penduduk.

Banyak orang kaget dan lari keluar, plester dinding mengelupas dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan kecil.

VII MMI

Semua orang di dalam rumah pergi keluar.

Kerusakan kecil pada rumah yang memiliki struktur dan konstruksi yang bagus.

Sementara itu, pada bangunan yang memiliki konstruksi yang tidak memadai terjadi retakan atau bahkan kerusakan parah, saluran asap retak.

Dan getaran bisa dirasakan oleh seseorang yang sedang mengendarai kendaraan.

VIII MMI

Kerusakan kecil pada struktur bangunan yang kokoh.

Retak pada struktur bangunan yang konstruksinya tidak memadai, dinding terlepas dari kerangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen runtuh, air menjadi keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan yang memiliki struktur kokoh, kerangka rumah menjadi miring, terdapat banyak retakan.

Rumah terlihat berpindah dari fondasi awalnya. Saluran pipa di dalam rumah rusak.

X MMI

Bangunan kayu yang kokoh rusak, kerangka rumah terlepas dari fondasinya, tanah retak dan rel melengkung, longsoran tanah terjadi di setiap sungai serta pada daerah dengan kemiringan curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit tersisa berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa yang berada di bawah tanah sudah tidak bisa digunakan lagi, tanah retak, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur sama sekali, gelombang terlihat di permukaan tanah.

Lanskap menjadi gelap, benda-benda terlempar ke langit.

Berikut langkah-langkah yang harus kamu lakukan ketika terjadi gempa.

1. Tetap tenang

Saat terjadi gempa, usahakan untuk tidak mengalami kepanikan dan tetap tenang!

Tarik napas perlahan, kemudian amati lingkungan sekitar dan tentukan tempat yang aman untuk berlindung.

2. Di dalam rumah

Jika sedang berada di dalam penginapan saat gempa terjadi, usahakan untuk melindungi diri dan orang-orang di sekitar kamu.

Meja merupakan lokasi paling aman untuk berlindung dari benda-benda yang jatuh akibat gempa bumi.

Kemudian, lindungi kepala menggunakan benda yang lembut.

Misalnya bantal, helm, papan, atau yang paling efisien kamu bisa memanfaatkan kedua tangan dalam posisi terbuka.

3. Di luar ruangan

Jika sedang berada di luar ruangan saat terjadi gempa, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah segera menjauhi bangunan dan tiang, kemudian pergi ke area yang terbuka.

Tenang saja dengan menghirup napas perlahan dan jangan melakukan apa pun.

Karena biasanya setelah gempa pertama terjadi, akan ada gempa lanjutan.

4. Di kerumunan

Gempa bisa terjadi setiap saat.

Jika saat itu kamu berada di tengah kerumunan, biasanya akan terjadi kekacauan.

Untuk menghindari hal tersebut, kamu dapat mengikuti petunjuk dari petugas penyelamat dan berusaha segera menuju tangga darurat agar sampai ke area terbuka.

5. Di pegunungan atau daerah dataran tinggi

Jika terjadi gempa saat kamu sedang berada di pegunungan, segeralah berpindah ke area terbuka untuk berlindung.

Hidari area dekat lereng karena pasti akan menyebabkan tanah longsor dan membahayakan keselamatan jiwa.

6. Di laut

Gempa bumi di dasar laut dapat mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami.

Jika terjadi gempa, segeralah berpindah ke area yang lebih tinggi.

7. Di dalam kendaraan

Bagi yang sedang melakukan perjalanan ketika terjadi gempa, peganglah dengan kuat agar tidak jatuh.

Berhenti di lokasi yang terbuka dan tetap berada di sana.(*)

 

Buka berita-berita di Google News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *