Labfor Polda Jateng Periksa Penyebab Kebakaran Pasar Wonogiri

Berita65 Views

WONOGIRI, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng telah menyelesaikan penyelidikan di lokasi kebakaran Pasar Wonogiri pada Selasa (8/10/2025).

Rugi yang diakibatkan oleh peristiwa yang menghancurkan hampir seluruh bangunan pasar tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah, meskipun tidak ada korban jiwa.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Wonogiri, Iptu Agung Sadewo menyampaikan bahwa tim Laboratorium Forensik telah menyelesaikan seluruh tahapan penyelidikan.

Proses investasi dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan berlangsung selama 2,5 jam.

Kemungkinan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari salah satu los pasar, namun hasilnya masih menunggu pemeriksaan ilmiah.

“Penyelidikan telah selesai seluruhnya. Kami tetap berkoordinasi dengan Labfor untuk mengetahui penyebab kebakaran,” kata Agus saat dihubungi, Rabu (8/10/2025).

Dugaan sementara menyebutkan bahwa kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik dari salah satu los pasar. Namun, Agung masih belum dapat memastikan dugaan tersebut.

“Jika dugaan sementara adalah korsleting listrik, tetapi kami masih menunggu hasil penyelidikan ilmiah,” katanya.

Agung menyampaikan, tidak ada korban jiwa maupun luka parah dalam kejadian kebakaran yang menghancurkan sebagian besar bangunan pasar tersebut. Namun, kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

“Kerugian belum dapat ditentukan. Para pedagang masih melakukan pendataan terhadap harta di dalamnya. Jika mencapai miliaran, jelas,” katanya.

Saat ini, Polres Wonogiri juga sedang memperhatikan pengaturan para pedagang di Pasar Wonogiri. Hal ini dikarenakan fasilitas di seluruh bangunan Pasar Wonogiri sementara tidak dapat digunakan.

Agung menambahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri telah menyiapkan dua tempat untuk pasar sementara, yaitu di area terminal yang terletak di sebelah utara pasar, serta di stasiun yang berada di belakang pasar.

“Kami memperhatikan pengaturan untuk pasar sementara. Kami mengawasi agar tidak terjadi pungutan liar terkait lapak-lapak sementara yang digunakan oleh para pedagang,” ujarnya.

“Posisinya berada di beberapa lokasi, seperti terminal dan stasiun. Jangan sampai terjadi persaingan sengit untuk mendapatkan tempat sementara, serta jangan sampai ada pungutan liar yang memanfaatkan situasi kesulitan saat ini,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *