Ditinggalkan Orang Tua Saat Merantau, 2 Siswa SD di Bangkalan Meraih Prestasi di Bidang Seni Pantomim

Berita76 Views

BANGKALAN,– Siti Rahmah (10) dan Ahmad Fauzan Adhimah (10) tidak seberuntung teman sebayanya yang tinggal bersama orangtuanya di rumah.

Namun, hal itu tidak mengurangi semangat keduanya untuk terus berprestasi di bidang seni pantomim.

Dua siswa yang sekarang duduk di kelas IV, SDN Pejagan 3, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, itu dikenal cukup aktif di sekolah.

Kepala Sekolah SDN Pejagan 3, Heri Purwanto mengatakan bahwa bakat terpendam kedua siswa itu ditemukan saat sekolahnya akan mengikuti lomba pantomim tingkat kecamatan pada tahun 2024 lalu.

Ia berinisiatif mendatangkan pelatih pantomim untuk menarik siswa di sekolahnya.

“Setelah pelatih kami datangkan, semua anak diuji untuk mengikuti gerakan pelatih. Dan dipilihkan dua anak ini karena sangat mudah mengikuti gerakan pelatih. Jadi kami melihat dua anak ini memiliki bakat,” katanya, Minggu (28/9/2025).

Saat itu, Siti dan Fauzan masih duduk di kelas III. Keduanya merupakan teman sekelas.

Pelatih kemudian menempatkan dua siswa itu untuk dilatih sebelum mengikuti lomba pantomim.

Ketekunan Siti dan Fauzan ini membuahkan hasil.

Keduanya memenangkan juara pertama tingkat kecamatan.

Setelah menang, keduanya mendaftar ke Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) untuk bisa bertanding pada tingkat yang lebih tinggi.

Prestasi kedua mereka terus dipertahankan hingga lolos ke tingkat provinsi.

“Kami memang mulai dari bawah. Awalnya dari kecamatan, lalu kabupaten. Setelah itu tingkat provinsi. Waktu itu di Surabaya,Alhamdulillahjuga bisa meraih juara satu,” katanya.

Bakat Siti dan Fauzan terus diasah dan didukung oleh Heri dan sekolahnya.

Kedua siswa itu kemudian mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N).

Alhamdulillah“tim kami masuk 10 besar tingkat nasional dengan mengalahkan puluhan tim lain dari berbagai wilayah di Indonesia,” katanya.

Finalis 10 besar nantinya akan kembali bertanding pada tanggal 3 hingga 8 November mendatang.

Kedua siswa itu juga akan datang langsung ke Jakarta untuk menampilkan bakat terbaiknya.

“Kami optimis bisa lolos. Anak-anak juga sangat antusias mempersiapkan lomba tersebut,” katanya.

Heri terus memfasilitasi dua siswanya itu dengan pelatih khusus pantomim.

Setiap minggu, mereka akan berlatih tiga kali demi bisa memenangkan lomba tingkat nasional itu.

“Mungkin karena memang bakatnya di sana, jadi saat latihan mereka tidak pernah mengeluh. Selalu semangat,” katanya.

Ditinggal pergi merantau

Tidak hanya memiliki bakat dan minat yang sama, dua siswa ini juga memiliki nasib yang hampir serupa.

Dua orang tua Siti bekerja di Malaysia, sedangkan orang tua Fauzan bekerja di perusahaan kapal pesiar.

“Kami tidak pernah berkomunikasi langsung, karena memang semuanya sedang merantau. Komunikasi dengan orangtuanya hanya melalui panggilan telepon,” katanya.

Namun, sejak keduanya terus aktif mengikuti lomba, Heri dan para guru sering mengunjungi rumah Siti dan Fauzan.

Hal itu dilakukan agar keluarga juga mendukung bakat anak laki-laki berusia 10 tahun itu.

Heri mengatakan, setelah ditinggal pergi merantau, Siti tinggal bersama nenek dan kerabat ibunya.

Sementara Fauzan tinggal bersama kakaknya, untuk kebutuhan sehari-hari dibantu oleh bibinya.

“Kami bangga, meskipun mereka pergi merantau, tetapi bisa menciptakan prestasi,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih pantomim, R Nike Dianita Febriyanti mengatakan, dua siswa tersebut cukup berbakat dan mudah untuk dilatih.

“Karena memang ada bakat, jadi saya melatihnya juga lebih mudah. Mereka juga cepat memahami gerakan-gerakannya,” katanya.

Pada lomba tingkat nasional nanti, tim Siti dan Fauzan akan membawakan tema pantomim “Berderma” dengan menceritakan tentang kepedulian dan menyampaikan pesan kebaikan serta membantu sesama.

“Nanti kami akan membawakan tema Berderma. Semoga nanti anak-anak bisa memberikan penampilan terbaiknya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *