Polisi Turunkan 1.722 Personel Amankan Aksi Bela Palestina di Monas

Berita55 Views

Kepolisian menurunkan sejumlah 1.722 personel guna menjaga aksi dukungan terhadap Palestina yang berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas) hari ini, Ahad, 12 Oktober 2025. Selain untuk pengamanan, penempatan personel ini juga bertujuan mengatur lalu lintas di area yang terdampak demonstrasi. “Jika eskalasi meningkat, kami akan tutup Jalan Merdeka Selatan, dan arus lalu lintas akan kami alihkan,” ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Susatyo Purnomo Condro dalam pernyataan tertulis.

Susatyo meminta pengguna jalan untuk menghindari kawasan Monas sementara waktu. Masyarakat yang akan melewati wilayah Patung Kuda hingga Monas dapat menggunakan jalan di depan Kedutaan Besar Mesir.

Pengamatan Tempo, para peserta aksi dukungan untuk Palestina hari ini mengenakan pakaian berwarna putih dan hitam. Mereka membawa atribut seperti slayer serta bendera Palestina.

Selanjutnya, aksi ini diadakan oleh beberapa organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa. Aksi tersebut dilaksanakan guna mendukung rencana gencatan senjata di Gaza, Palestina.

Syauki Hafiz, anggota panitia aksi dengan tema “Indonesia Melawan Genosida”, menyatakan bahwa aksi ini diadakan untuk memperingati tiga tahun serangan Israel terhadap warga Gaza. “Kami berharap Indonesia aktif terlibat, memastikan genosida tidak terulang kembali, pelanggaran gencatan senjata tidak terjadi lagi, serta tidak ada lagi konflik di Gaza,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Sabtu, 11 Oktober 2025.

Dalam aksi tersebut, para peserta juga akan menuntut janji Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan mengirim 20 ribu personel pasukan perdamaian ke Gaza. Pengiriman pasukan ini tidak boleh ditunda. “Kemungkinan jeda waktu akan dimanfaatkan Israel untuk kembali melakukan operasi militer,” katanya.

Syauki berharap pengiriman 20 ribu anggota pasukan perdamaian Indonesia segera diwujudkan guna mengawasi proses gencatan senjata dan memastikan bantuan kemanusiaan bisa masuk. Selain menuntut peran aktif pemerintah Indonesia, Syauki menekankan tanggung jawab masyarakat internasional dalam menjaga perdamaian yang abadi di Palestina. “Dunia memiliki tanggung jawab untuk menjaga gencatan senjata tetap berlangsung, mengakhiri genosida, serta membangun kembali Gaza,” ujarnya.