,PALEMBANG— Tiga area di Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) dilaporkan mengalami kebakaran, Minggu (26/10/2025). Upaya pemadaman dilakukan dengan menurunkan 6 helikopter.
Kepala Divisi Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman menyampaikan tiga wilayah yang terkena bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mencakup Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Ilir.
“Ada 6 helikopter pemadam kebakaran yang digunakan kemarin, dengan 3 unit melakukan pemadaman di PALI dan Muara Enim,” ujar Sudirman, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, helikopter waterbombing masih akan terus digunakan dalam upaya pemadaman di wilayah Sumsel hingga 5 November mendatang. Namun setelah masa tersebut, helikopter tersebut akan ditarik oleh BNPB.
Sudirman mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan di PALI mencapai luasan sekitar 4,5 hektare, dengan lokasi berada di Kecamatan Tanah Abang.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Untuk Kabupaten Muara Enim, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 5 hektar dengan lokasi berada di Gelumbang dan Lembak. 2. Diperkirakan luasan lahan yang terbakar di Kabupaten Muara Enim mencapai 5 hektar, yang terletak di wilayah Gelumbang dan Lembak. 3. Di Kabupaten Muara Enim, area lahan yang terbakar diperkirakan seluas 5 hektar, yaitu di daerah Gelumbang dan Lembak. 4. Lokasi lahan terbakar di Kabupaten Muara Enim berada di Gelumbang dan Lembak dengan luasan sekitar 5 hektar. 5. Terdapat perkiraan bahwa luas lahan yang terbakar di Kabupaten Muara Enim mencapai 5 hektar, yang tersebar di Gelumbang dan Lembak.
Sementara itu, di Kabupaten Ogan Ilir terjadi kebakaran hutan dan lahan di Tanjung Batu serta Payaraman dengan luas area yang terbakar mencapai 3 hektare.
Sementara itu, masing-masing daerah yaitu PALI, Muara Enim, dan Ogan Ilir, waterboombing dilakukan sebanyak 45 kali, 55 kali, dan 19 kali.
“Maka total pemadaman yang dilakukan sebanyak 119 kali penggunaan waterbombing atau 476 ribu liter air yang dibuang,” katanya.
Sudirman menambahkan hingga akhir proses pemadaman berlangsung, beberapa wilayah seperti Tanah Abang Gelumbang dan Payamaran masih dalam keadaan berasap.
Pengawasan, menurutnya, akan terus berlangsung hari ini untuk memastikan apakah masih ada sisa api di lokasi kebakaran.
“Kami melakukan patroli udara, dan jika masih terjadi (karhutla) maka waterbombing akan kembali dikerahkan,” tutupnya.
