Forum Kota | JATIM– Terdapat lubang besar yang menyerupai gua ditemukan di lokasi galian C Dusun Gagaan, Desa Rang Perang Daya, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Madura. Penemuan yang sempat menghebohkan warga ini diketahui sebagai sungai bawah tanah dengan aliran deras yang muncul setelah adanya pembukaan galian sirtu dilakukan pada akhir Oktober 2025.
Junaidi (56), penduduk setempat yang pertama kali menyaksikan kejadian tersebut, mengungkapkan bahwa kondisi tanah yang selalu basah memicu kecurigaan para pekerja penggalian. Setelah dilakukan penggalian lebih dalam, ditemukan sebuah lubang yang mengeluarkan suara aliran air.
“Ternyata terdapat lubang yang mirip gua. Di dalamnya terdapat aliran air yang cukup deras dan jernih. Airnya juga dapat dikonsumsi,” katanya, Sabtu (15/11/2025).
Lubang tersebut terletak sekitar 17 meter di bawah permukaan tanah dengan aliran air yang mengalir dari barat ke timur. Berdasarkan penjelasan Junaidi, semakin dalam ruangan tersebut semakin sempit hingga hanya memiliki diameter sekitar satu meter.
Samsul (53), seorang warga setempat, mengakui pernah memasuki aliran tersebut. Ia menyebutkan bahwa struktur dinding dan atapnya terdiri dari batuan keras yang tampak terbentuk secara alami.
“Mungkin ini alami, bukan buatan manusia. Di desa ini memang pernah ditemukan aliran air tanah,” katanya.
Meskipun masyarakat menganggap penemuan itu bukan sesuatu yang baru, lokasi tersebut kini ramai dikunjungi warga dari desa sekitar yang ingin melihat langsung fenomena tersebut.
Polisi Pastikan Bukan Lubang, Minta Kegiatan Penggalian Diperhatikan
Kepala Sektor Polisi Proppo, AKP Achmad Supriyadi, menegaskan bahwa temuan tersebut bukanlah gua seperti yang sering dibicarakan di media sosial, melainkan aliran sungai bawah tanah yang muncul akibat adanya lubang galian C.
“Kami telah memeriksa lokasi sejak pertama kali ditemukan. Itu bukan gua seperti yang viral, melainkan sungai bawah tanah,” tegasnya.
Petugas kepolisian meminta masyarakat untuk waspada, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi galian rentan terhadap longsoran. Temuan ini juga memperkuat kebutuhan adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh tim ahli geologi agar dapat menjamin keselamatan serta mengevaluasi risiko yang mungkin terjadi dalam aktivitas penambangan di kawasan tersebut.
